Siapa Hacker Bjorka yang Jual Data Simcard dan BIN di Situs Breached

Seorang hacker bernama Bjorka baru-baru ini menjadi bintang utama. Ia berhasil membuat resah pemerintah Indonesia akibat bocornya dan penjualan banyak data pribadi masyarakat Indonesia dan juga pemerintah di dark web.

Belum puas sejauh ini, Bjorka bahkan mengaku memiliki dokumen rahasia negara, surat kepada presiden Badan Intelijen Negara (BIN), untuk mengungkap siapa pembunuh Munir.

Hal ini menyebabkan sosoknya dianiaya oleh pemerintah Indonesia.

Bjorka

Jadi Siapa Bjorka ini?

Sayangnya, hingga kini identitas Bjorka masih menjadi misteri. Tidak ada yang tahu siapa dan di mana tepatnya Bjorka. Hanya satu hal yang diketahui, lokasinya diyakini berada di Warsawa, Polandia.

Sosok anonim ini hanya sesekali muncul di media sosial. Diantaranya di Twitter @bjorkanism dan juga di situs Breached.to.

Akun Twitter dengan deskripsi profil “yeah catch me if you can (catch me if you can). email: [email protected]” tercatat baru bergabung pada September 2022.

Dia hanya mengikuti satu akun dan dia memiliki lebih dari 183.000 pengikut. Akun tersebut tampaknya dibuat hanya untuk semakin memprovokasi pemerintah Indonesia.

Sedangkan di situs BreachForums, Bjorka dengan status gender yang dirahasiakan (secret), diketahui baru bergabung pada 9 Agustus 2022. Ia hanya online selama 1 hari, 12 jam, 49 menit sejak Senin 12 September 2022 dini hari. .

Selama 2 bulan sejak dia bergabung, reputasinya mencapai 573 dan dia mendapat enam bintang.

Bjorka

Serangkaian Data Diungkapkan oleh Bjorka

Kebocoran data tersebut tentu saja membuat pemerintah resah. Kominfo, Tokopedia, operator seluler dan Dukcapil membantahnya. Tetapi banyak pakar dunia maya menganggap data Bjorka valid.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mengeluarkan pernyataan yang membuat publik diolok-olok dengan beberapa meme karena dianggap lucu.

“Kalau bisa jangan menyerang, itu akses ilegal. Setiap serangan akan merugikan orang,” kata Direktorat Jenderal Aplikasi Informasi (Dirjen Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan.

Bjorka kemudian dengan angkuh menjawab, “Pesan saya kepada pemerintah Indonesia: Berhentilah menjadi brengsek (Pesan saya kepada pemerintah Indonesia: Berhentilah menjadi brengsek),” yang dipostingnya di BreachForums.

Korban pertama Kominfo adalah Menteri Komunikasi dan Informatika sendiri, Johnny G Plate, yang data pribadinya seperti nama lengkap, orang tua, keluarga, dan alamatnya bocor di jejaring sosial.

Seolah-olah dia seorang pecandu, Bjorka terus membobol datanya. Kali ini, targetnya adalah 105 juta data kependudukan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) per 6 September yang berisi NIK, nomor kartu keluarga (KK) dan nama lengkap).

“Saya masih menunggu pemerintah Indonesia untuk menggerebek saya,” tantang Bjorka di grup Telegram-nya. Nyali gila juga!

Memiliki Unsur Politik

Pada awalnya, serangan Bjorka terasa seperti serangan hacker yang sangat ingin menjual data pribadinya semahal mungkin. Namun sesampainya di sini, motivasi figur yang sedang digandrungi masyarakat itu justru lebih mengarah ke politik, geng.

Salah satu tindakan Bjorka yang berunsur politik adalah pembocoran data dari surat rahasia kepada Presiden Jokowi periode 2019-2021 yang berlangsung kemarin, 9 September 2022. Isinya surat dalam amplop tertutup BIN kepada Jokowi.

Diinformasikan Detik, data unik ini tidak dijual dengan harga tinggi. Harganya hanya sekitar 8 sks atau setara dengan Rp32.000.

Usai membocorkan data Presiden Jokowi, Bjorka pun berjanji akan menyerang Pertamina dengan membocorkan data MyPertamina yang ia lakukan untuk mendukung demonstrasi kenaikan harga BBM. Dia mengatakan itu di grup Telegram-nya.

Tak cukup lama sampai di sana, Bjorka pun sempat mengupas kasus pelanggaran HAM paling misterius di Indonesia, yakni terkait pembunuhan Munir.

Dilansir Kompas, Bjorka mengunggah dokumen tentang sosok yang disebutnya sebagai pembunuh Munir, yang terjadi sekitar 18 tahun lalu, melalui akun Twitter-nya pada Minggu, 11 September 2022 kemarin.

Apa Motivasinya?

Hal itu terungkap dari beberapa kicauan di akun Twitternya yang sedikit menjelaskan motivasi di balik tindakannya tersebut.

Dia mengatakan membocorkan data ini adalah caranya menunjukkan bahwa institusi pemerintah akan tetap korup selama dijalankan oleh non-ahli yang dia sebut bodoh.

Bjorka hanya ingin menunjukkan betapa mudahnya mengakses semua data itu karena kebijakan perlindungan data yang buruk.

Juga, dia sebenarnya membocorkan beberapa petunjuk untuk mencari tahu siapa dia sebenarnya. Hacker tersebut mengaku memiliki ikatan emosional dengan Indonesia karena memiliki teman Indonesia di Polandia yang menjadi korban Orde Baru.

“Saya punya teman baik orang Indonesia di Warsawa, dan dia banyak bercerita tentang betapa buruknya Indonesia. Saya melakukan ini untuknya, ini untuknya),” tulisnya.

Menurut Bjorka, tidak akan ada yang bisa mengungkap sosok lelaki tua yang kini sudah meninggal itu karena datanya tidak akan ditemukan. Dia tidak lagi diakui sebagai warga negara Indonesia karena aturan 1965.

Berkat tweet kontroversialnya, akun Twitter @bjorkanism juga telah ditangguhkan oleh Twitter dan tidak dapat diakses lagi.

Pemerintah sendiri telah menanggapi akan mengerahkan aparat penegak hukum untuk mengadili Bjorka secara hukum.

“Tahukah kalian bahwa kalian dan semua orang kalian tidak bisa melakukan ini? Karena sudah 21 hari sejak data pertama saya bocor. Dan kalian masih bingung harus mulai dari mana guys, bisakah kalian melakukan ini? 21 hari sejak data pertama saya bocor, masih bingung harus mulai dari mana),” tantang Bjorka di akun Twitter-nya.

Apakah menurut Anda sosok Bjorka akan terungkap? Atau akankah pemerintah kalah dan tidak dapat menemukan hacker? Hanya selama dia bisa menjawab. Kita hanya berdoa agar pemerintah Indonesia lebih tegas terhadap penjahat cyber seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!